Wednesday, June 23, 2010

What comes after family..~


:)
If I were to be asked, what comes after my family?
I guess it would be friendship..
And of course, this is from me..
Others may differ from mine..
-allahualam-

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari lelaki dan perempuan (bapa dan ibu), dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa (berbagai umat) dan bersuku-suku, supaya kamu berkenal-kenalan. Sesungguhnya orang yang termulia di antaramu di sisi Allah, ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendalam PengetahuanNya."
[Al-Hujurat: 13]

From this surah, knowing each other is sunnah..
Regardless their religion and background..
Bukankah Allah itu Maha Pengasih?
(Maha Penyayang khusus bagi umat Islam yang bertaqwa kepada Allah)

"Dan sembahlah kamu semua kepada Allah dan janganlah kamu menyekutukan denganNya sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang karib dan tetangga yang bukan karib, teman sejawat, orang musafir dan kepada hamba sahaya kamu. Sesungguhnya Allah tidak mengasihi orang yang sombong lagi bermegah-megah."
[An-Nisa': 36]

Do good to them is wajib..
Knowing each other + Do good to them = Unity..
In my opinion, loyalty pays a lot..
To buy a "friendship"..
-no more comment-

Our beloved Prophet s.a.w said, "Do you love your creator? Love your fellow-beings first". Did you ever think and see how beauty His plan and his practices long time ago..? Full with peace and unity..He is our role model..-hmm, should be-

Not only that..
One of the famous Islamic philosophers and scholars do admit..
"Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya." [Imam Ghazali]

-hmm-
Isn't it beautiful..??
No friend, no companionship..
No friend, no sports, no games, no education, no interests, no jokes..(etc., things that need teamwork to success)
Life would be so boring..
Then I remembered that a friend sent me a message..
It sounds...:-

"Shbt...Kdudukannya adlah jauh lbih tnggi brbnding s'0rg kksih..Adakalanya ss0rg kksih tdak mmpu mnrima kkurngan yg dmiliki 0leh kksih hati..Nmun shbt,wlpn kta gmuk,krus,dgil n sbgainya..T'nyata dia akn slalu dkt ngn kta..Shbt akn slalu brada dsisi kta saat kta mmrlukn khdirn@p't0lngn drinya..Mlah shbt akn trut sma mmkirkn ssuatu ksngsaraan yg sdg kta alami. TAK kira sush mhupn snang..Shbt akn sntiasa dsisi kta!! Itulah khbtan s0rg SHBT"... =)
- K 08 Dhamiri Darmawi (24 March 2010/ 23:49)

"A friend is someone who understands your past, believes in your future, and accepts you just the way you are"

Daripada Abu Hurairah r.a. yang maksudnya, bahawasanya ada seorang lelaki yang pergi menziarahi saudaranya yakni sahabatnya di sebuah kampung yang lain. Lalu Allah menyuruh seorang malaikat untuk memerhatinya di dalam perjalanan. Lalu malaikat itu bertanya kepada lelaki itu, "Hendak ke mana engkau?". Lelaki tersebut menjawab, "Aku hendak menemui seorang sahabatku di kampung itu". Malaikat bertanya lagi, "Adakah bagimu bumi kepadanya yang engkau mengharap balasan daripadanya?". "Tidak, aku mencintainya kerana Allah s.w.t". Maka berkatalah malaikat itu kepadanya, "Bahawa sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepada engkau. Bahawa sesungguhnya Allah s.w.t telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai dia kerana Allah."
[Hadith riwayat Muslim]

I'm not good..
But He always gives me 'the best' friends, always...
I'm sorry for not being a good friend..
And may be some out there should know that,
What comes after my family, is friendship..

~ insyaAllah ~

Monday, June 21, 2010

All out of sudden, His sign..~


97.20 (?? fm), 19.10-19.20
Ustaz..(aiseh...nama tak dengar jelas tadi, maaf)
Talked about things that happened drastically..
That shows one of the signs..
Bahawa Allah itu Maha Kuasa dan Maha Mengetahui.. :)

What are they?
1) Rezeki
2) Jodoh pertemuan
3) Kemalangan
4) Kematian
etc..((if you can think, then think)) :)

-hmm-
Semuanya kita tak tahu bila akan berlaku..
Hanya Dia..
Bagi orang-orang yang punya kesedaran dan berfikir, untunglah mereka..
Kata ustaz tu, di akhir zaman ni, ramai yang mengaku beriman padahal mereka tidak..Maksudnya kita tak tahu dalam hati mereka itu, sama ada mereka betul-betul mengaku Allah itu Tuhan mereka yang Satu, atau mereka mensyirikkanNya (menduakanNya)..-tak ingat ayat Qur'an yang dijadikan contoh, tapi kita tahu kan perkara ni banyak disebut dalam Qur'an- :)

~ no waste thinking about His Signs, let's keep it on..May we're among those with faith and on the right path..~ :)

Sunday, June 20, 2010

:) ~


Nothing much to say..
So many answers revealed lately..
As I've put efforts on decision making..
Not so easy, quite tough I would like to say..
Gone through ups and downs..
Happiness and sadness..
Full and emptiness..
If a phrase of "Practice makes perfect" existed,
I think then it's not too much to build up mine..
"Bitter makes Sweet".. :P
I know it sounds funny..
But, anyway...do you agree with me..?? :)

My days went out smoothly..
That I'm feeling happy to open the book again..
The new book..The old one?? I still remember my brother said,
"Biarlah..Dah lapuk semua tu.."..
He's right..to show that we have the right to...(do whatever we want, note: The focus is on 'our right')
I hope others with the same prob will find their way out..-hopefully-
Coz they don't know what's waiting for them the day after..
For sure they'll get what they want if they believe and be patient..

The dreams have shown me so many..
That I've doubt no more..
Let me begin with the head of sweeties..
((edited message))

"Alhamdulillah. I'm really happy for u ;) next time jgn stress sgt. N, as a close friend, I'm willing to listen, help n ready to support u @ any time ;)"
- .... 21 Dec 2009/ 22:06 -

A "close friend" when we're not so..
That's him/her.. :)
Others also..
Diggin' for more to write on..

~ all praise to Him ~

Tuesday, June 15, 2010

Keep believing in hikmah..~


I went out with emptiness..
But then, came back full with happiness..
On the way, smiling..
Feel like can't wait to share..
The most beautiful moments..
From what I just got from them, friends..
I never asked for those sweetness..
And just accepted those, with smile and praise..
As I've been waiting so long..

Just can't wait to share..
Running happily towards a door..
I hope it's not locked..
I hope he's there..
I hope he's waiting for me..
I hope I can share everything I just got..
To surprise him..

-smiling, checked myself-
As I opened the door..
I entered the room, searching everywhere..
But found nothing..
Where's he??
I wanted to call the name, but I don't know what name..
Where's he??

I sat in a corner, crying..
Why is this room so empty??
I thought I just saw you...

-Maybe not now...((du'a))-

~ Let me be happy in dreamland..And I think it's more than enough to feel calmed..Ooh, Allah..Please guide me... ~

I'll always do the same, perfect the imperfect slowly, bit by bit..
I promise that I'll always search for happiness in life..
Then I'll come back with that happiness..
If you're not there, I'll keep them nicely in the room..
So that I can only share with you..
I'll try to decorate this room as possible as I could..
As it will be a room for you to rest in..
Just for a person named 'my husband'..

"Perempuan yang suci adalah perempuan yang dijaga oleh Allah s.w.t, tidak sedikit pun Allah s.w.t membenarkan mana-mana lelaki menyentuh dirinya walaupun hatinya..Kerana Allah s.w.t amat mencintainya..Tetapi andai kita bergelumang dengan cinta lelaki, di mana Allah s.w.t untuk menjaga kita? Allah s.w.t seperti melepaskan kita kepada seorang manusia yang lebih banyak mengecewakan kita..Jika Allah s.w.t datangkan kesedaran dalam diri supaya meninggalkan cinta seorang lelaki, bermakna Allah s.w.t mahu mengambil kita kembali untuk dijagaNya..Mengapa masih ragu-ragu? Kekuatan usah ditunggu tapi harus dicari..Hargailah di atas kesempatan yang Allah s.w.t berikan.."

"Sebesar-besar dosa adalah dosa yang dilakukan ketika kita rasa berdosa melakukannya." [Imam Ghazali]

"Selamatkan dirimu dari cinta pembawa bencana..Aku tak memilihnya selagi akal masih di kepala..Menghirup ketenangan hidup..Kerana permulaan cinta adalah ketenangan, pertengahannya derita, dan kesudahannya jiwa melayang.."
-Syair ibn Farid tentang Cinta Terlarang-

- MMS from Sharifah Nurazyan Syed Mohd Idris, my brother's wife-to-be, insyaAllah..

~ Reading a book entitled 111 Wasiat Rasulullah s.a.w untuk Wanita Solehah, Ciri-ciri Wanita Sebagai Calon Bidadari Syurga by Drs. Kasmuri Selamat..May this love towards You and our beloved Prophet Muhammad s.a.w overrides any towards other things..-ameen- ~

Saat Impian Belum Terwujud..~


Setiap orang pasti memiliki impian dan cita-cita. Berbagai usaha pun dikerahkan untuk mencapai impian tersebut. Namun kadang usaha untuk menggapai impian kandas di tengah jalan dikarenakan berbagai rintangan dari dalam maupun dari luar. Tentu saja impian yang kami maksudkan di sini adalah impian yang logik yang bisa dicapai dan bukan hanya khayalan di negeri antah berantah. Di saat impian tadi belum terwujud, bagaimanakah cara untuk menggapainya?

Belajar dari Kisah Isteri Ibrahim ‘alaihis salam

Suatu pelajaran yang patut dicontoh adalah kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama istrinya, Sarah. Lihatlah impiannya untuk memiliki anak sekian lama, akhirnya bisa terwujud. Padahal ada tiga sebab yang menjadi penghalang ketika itu. Sarah sudah sangat tua, Ibrahim pun demikian dan Sarah adalah wanita yang mandul. Ada ulama yang berpendapat bahwa ketika anaknya Ishaq itu lahir, Sarah berusia 90-an tahun dan Ibrahim berusia 100-an tahun. Namun di usia sudah sangat senja seperti itu, Allah Ta’ala memudahkan mereka memiliki anak, yaitu Ishaq yang akan menjadi seorang Nabi. Mengenai kisah Ibrahim dan Sarah, kita dapat melihat dalam dua surah.

Dalam kisah mereka, Allah Ta’ala menceritakan kedatangan tamu (para malaikat). Ia pun dan isterinya menjamu mereka dengan sangat baiknya dan malaikat tersebut membawa kabar gembira pada Ibrahim dan Sarah atas kelahiran Ishaq (yang artinya), “(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”. Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan” Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. ” [QS. Adz Dzariyaat: 24-30]. Dalam surat Huud, Allah Ta’ala menceritakan (yang artinya), “Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’qub. Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.”” [QS. Huud: 71-72]

Lihatlah bagaimana impian Sarah dan Ibrahim untuk memiliki anak baru terwujud setelah mereka berada di usia sangat-sangat tua. Ketika menyebutkan kisah ini, Allah Ta’ala pun mengatakan di akhir kisah bahwa Allah itu Al ‘Alim (Maha Mengilmui) dan Al Hakim (Maha Bijaksana). Artinya, Allah Ta’ala memiliki ilmu yang sempurna. Sedangkan Allah itu Al Hakim menunjukkan bahwa Allah memiliki kehendak, keadilan, rahmat, ihsan, dan kebaikan yang sempurna. Di samping itu Allah Ta’ala pun betul-betul menempatkan sesuatu pada tempatnya. Inilah pelajaran di balik nama Allah Al Alim dan Al Hakim. Suatu yang mustahil dapat terjadi jika Allah menghendaki. Suatu impian yang sulit terwujud dapat digapai dengan kekuasaan Allah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” [QS. Yusuf: 21]. Maha Mulia Allah Ta’ala dengan segala sifat-sifatnya yang maha sempurna.

Fahamilah Takdir Ilahi

Ketahuilah setiap yang terjadi di muka bumi ini sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh sejak 50.000 tahun yang lalu sebelum penciptaan langit dan bumi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” [HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash]

Yang Allah takdirkan pun tidak sia-sia. Pasti ada hikmah di balik itu semua. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” [QS. Al Mu’minun: 115-116]. Oleh karena itu, jika impian itu belum terwujud, maka perlu kita pahami bahwa itulah ketentuan Allah. Allah menjanjikan hikmah di balik itu semua karena sifat hikmah yang sempurna yang Dia miliki.

Tawakkal dan Berusaha Semaksimal Mungkin

Kita harus punya sifat optimis dengan selalu bertawakkal (menyandarkan hati pada Allah) dan tetap berusaha untuk menggapai impian yang kita cita-citakan. Ingatlah bahwa siapa saja yang bertakwa dan bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya, maka pasti Allah Ta’ala akan memberikan ia jalan keluar dan akan memberikan ia selalu kecukupan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” [QS. Ath Tholaq: 2-3]

Tawakkal pun harus diiringi usaha semaksimal yang kita mampu sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali petang harinya dalam keadaan kenyang.” [HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari Umar bin Al Khottob;derajat hasan].

Lihatlah bagaimana seekor burung saja mewujudkan impiannya dengan mencari rizki, dengan berusaha semaksimal mungkin. Bagaimanakah lagi kita selaku insan yang diberi anugerah akal oleh Sang Kholiq?

Teruslah Memohon pada Allah

Untuk mewujudkan impian, janganlah lupakan Yang Di Atas. Kadang kita lalai dan hanya bergantung pada diri kita sendiri yang lemah dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. Maka perbanyaklah do’a. Karena setiap do’a pastilah bermanfaat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” [QS. Al Mu’min: 60]

Jika ada yang bertanya, “Aku sudah seringkali berdo’a, namun mengapa impianku belum tercapai juga?” Kami bisa memberi jawaban sebagai berikut:

Pertama: Do’a boleh jadi terkabul, namun kita saja yang tidak mengetahui bentuk terkabulnya. Terkabulnya do’a bisa jadi dengan dipalingkan dari kejelekan dari do’a yang kita minta. Dan boleh jadi Allah simpan terkabulnya do’a tadi di akhirat kelak. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian .” [HR. Ahmad, dari Abu Sa’id; derajat hasan]

Kedua: Terkabulnya do’a boleh jadi diakhirkan agar seseorang tetap giat dan bersemangat dalam berdo’a. Ketika ia giat berdo’a, maka ia pun akan mendapatkan ketinggian derajat di akhirat kelak. Cobalah kita perhatikan apa yang terjadi pada para Nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam. Mereka terus saja berdo’a dan memperbanyak do’a, namun terkabulnya do’a mereka diakhirkan agar mereka tetap semangat dalam berdo’a. Di antara contohnya adalah Nabi Ayyub ‘alaihis salam yang diberi cobaan penyakit selama 18 tahun sehingga ia pun dijauhi kerabat dan yang lainnya. Namun ia tetap terus berdo’a dan berdo’a. Akhirnya, do’anya pun dikabulkan.

Ketiga: Boleh jadi do’a tersebut sulit terkabul karena beberapa faktor penghalang. Di antara faktor penghalang adalah seseorang mengangkat tangan ke langit, namun ia sering mengkonsumsi makanan, minuman dan menggunakan pakaian yang haram atau diperoleh dari hasil yang haram. Inilah yang membuat do’a seseorang sulit terkabul. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita rajin mengintrospeksi diri, siapa tahu do’a kita tidak kunjung terkabul karena sebab mengkonsumsi yang haram.

Penutup

Teruslah berusaha, memohon pada Allah, dan janganlah putus asa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.” [HR. Muslim no. 2664, dari Abu Hurairah]

Jadikanlah impian kita semata-mata untuk tujuan akhirat dan bukan dunia semata. Jika ingin meraih kekayaan, jadikanlah ia sebagai amal sholih untuk tujuan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” [HR. Tirmidzi no. 2465, shahih]

Ketika impian tercapai, maka perbanyaklah syukur pada Allah dengan selalu taat dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Lihatlah bagaimana do’a Ibrahim ketika di usia senja ia masih diberi keturunan (yang artinya): “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.” [QS. Ibrahim: 39].

Sumber: Majalah Pengusaha Muslim.
Edited by Nurul Izzati Ishak.