Sunday, October 31, 2010

Di mana ku temukan bahagia..~



“Barang siapa yang mengerjakan amal soleh, baik laki-laki mahupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (kebahagiaan) dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” [An-Nahl:97]

Sahabat,ketika melihat orang lain yang hidup bergelumang harta dan kemewahan, mungkin hati kita berujar: “Bahagia sekali orang itu, setiap apa yang diinginkan mudah didapatkan, apa yang ia dapatkan melebihi apa yang dia butuhkan (usahakan)”. Atau kita melihat seorang teman yang kaiernya terus menanjak menuju kesuksesan. Dan hati kita pun berkata: “Bahagia sekali teman itu, setiap usaha yang dilakukan selalu mendapat kemudahan”.

Kalau dilihat dari lahiriyahnya, dipandang kedua orang itu sangat bahagia. Karena apa yang diinginkannya selalu ada. Tetapi apakah persangkaan kita selalu sama dengan orang yang kita persangkakan. Ternyata tidak semestinya benar, karena realitasnya tidak sedikit orang yang kaya, justru selalu dihantui rasa ketakutan. Dan tak sedikit orang yang sukses dalam karir, selalu menampakkan kecemasan. Dua perasaan; takut dan cemas adalah bagian dari sikap ketidak bahagiaan. Lantas dimana kebahagiaan didapatkan?.

Sahabat, jangan tertipu dengan penglihatan lahir, karena dunia ini hanyalah perhiasan dan sandiwara. Tidak menutup kemungkinan, dibalik kemewahan hidup yang terlihat ada rasa ketakutan yang sangat. Dibalik senyum dan tawa akrab ada kepahitan dan kesedihan yang tidak kita ketahui. Mungkin tawanya hanya untuk menutupi kegundahan perasaannya. Banyak orang yang bibirnya tersenyum tapi hatinya menangis. Tidak sedikit orang yang terlihat diam dan tenang tetapi jiwanya tertekan. Begitu banyak pemandangan terlihat sepintas menyenangkan padahal sebenarnya menyedihkan. Banyak orang menyangka dikiranya madu, ternyata ia adalah empedu. Dan tidak sedikit laknat dikiranya nikmat. Lantas,dengan apa kebahagiaan itu di dapatkan?.

Sahabat, Sejak dulu hingga hari ini, berbagai pergulatan dan hidup terus dilakukan demi sebuah kebahagiaan, bila perlu nyawa taruhannya. Tetapi ketahuilah, sejauh apapun kita melangkah untuk mengejar kebahagiaan tak akan pernah kita dapatkan, kalau tolak ukurnya adalah keduniaan. Sebab sifat dunia tak pernah memberi kepuasaan. Dan ketidak puasan itulah faktor utama penyebab ketidak bahagiaan.

Akhirnya, hanya satu solusi yang dapat mendapatkan mendatangkan kebahagiaan yang hakiki, yaitu hadirkan sifat qona’ah (menerima) apa yang telah Allah berikan. Orang yang qona’ah terhadap apapun yang diberikan jiwanya akan tenang. Sebab hatinya tidak menuntut mencapai sesuatu yang tidak ditakdirkan baginya dan tidak melirik kepada orang yang berada diatasnya. Tentu saja sifat ini tidaklah hadir dengan sendirinya tanpa faktor utama yang mendorongnya. Dan faktor itu adalah keimanan yang benar dan amal soleh yang ikhlas. Orang yang tidak mempunyai keimanan yang benar akan selalu menderita kehampaan rohani dan selalu merasakan kesempitan diri. Tetapi orang yang beriman dengan benar hidupnya selalu diselimuti rasa aman dan kedamaian pikiran. Apabila hati di penuhi oleh iman, maka seluruh indra, perasaan dan anggota tubuh tergerak untuk melakukan kebaikan dan amal soleh. Dan setiap iman bertambah dalam hati, maka kekuatan kebaikan pun akan bertambah, lalu hati seorang mukmin pun akan terasa lapang. Kelapangan dada adalah buah sifat qona’ah.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah mengungkapkan:

"Iman adalah jantung Islam dan intinya, sebagaimana keyakinan merupakan kalbu iman dan isinya. Setiap ilmu dan amal yang tidak menambah iman dan keyakinan adalah rusak, dan setiap iman yang tidak melahirkan amal perbuatan adalah lapuk”
dan beliau menambahkan:

“Diantara ciri-ciri kebahagiaan dan keberuntungan adalah; setiap kali seorang hamba bertambah ilmunya, maka bertambah pula sifat tawadhu’ dan kasih sayangnya. Setiap kali bertambah amalnya, maka bertambah pula rasa takut dan kewaspadaannya. Ketika umurnya bertambah tua, maka berkuranglah kerakusannya terhadap dunia".
Semoga Allah menghadirkan sifat qona’ah di dalam diri, karena dengannya kita akan terhindar dari ketidak puasan hati. Bila tidak ada iman, ketidak puasan terhadap apa yang telah dberikan, hanya akan melahirkan keinginan yang menyengsarakan. Tetapi jika iman telah meyelimuti kehidupan, sedikit atau banyak sesuatu yang didapatkan, membuat diri selalu berada dalam kebahagiaan.

Abdul Aziz Ar-Ra'uuf
Forum Silaturahmi dan Diskusi Kehidupan dalam Pandangan Islam

~ flower tranquility ~

Friday, October 29, 2010

Again..~


I guess I'm so lonely..But so far I think I'm okay..As long as my mind say so, I'll be like what it expects to be..What a powerful mind I have.. :P Which one is greater than the other? I think, both mind and heart, mutual need produces mutual strength..-huh, ye ke??-

I think I'm so lonely, but I'm totally wrong..Yes? No?-huh, pening...pening...- 

Again, He shows me His power and promise..I might lost over 1, but He gives me more than 1..Specifically, I might lost 1 person, but He gives me friends who're always here for me..I don't ask for that, but here they come..And again, I'm happy.. :)

Thank you...Can I say the names? Wan Hazimah Wan Ibrahim, Muhammad Farhan Aminuddin, Muhammad Dhamiri Darmawi, Syed Kamil Syed Md Naseer, Syafawati Najla, Muhammad Zaim Zainuddin, Mohd Asrey Ismail, Eddy Collin a/k Conor, Wan Suria Salha, Siti Nisa, Kamsiah Ahmad, Izyan, 'Athif, Aimi, Hazeeha Ibrahim, abang Zaki, Nurul Faatihah Sulaiman...........etc.....many.....thousand thanks to you, dearies...
I do sometimes cry in the middle of the night...Reading own diary, writing something new on it..hurm...But it's okay..I'll be fine..

....coz tomorrow will always be the best day..ever...

Wednesday, October 27, 2010

Everyday is a Special Day..~

~ listening to Sarang Heyo Ji Dui Ni Shuo - JJ Lin...


Honestly, birthday is just like other days..Not so special, not so nothing..In between.. :) And I'm happy for everything happened days before..


Important update:
I think I've found somebody to write on my diary.. :) But, either I'm the one to write ((editor)) or she will do it, not sure yet..But she did give me this..Aksara Keraian..visit the blog and I'll get to know about it..
-just can't wait-


Thanks to my family and friends who wish me a "HAPPY BIRTHDAY"!! :) There's someone who really don't know about my birthday, but she's the one with me all day long..She spilled out everything, so do I..Tenkiu, Wan Hazimah Wan  Ibrahim..I love that quality time we spent..


- let's continue with this lovely hobby, drawing, jom? -


~ teringat Ummu pernah kata, "bersyukur dengan apa yang kita ada"..smile :) ~

Setianya mereka..~ (1)

1) Abdullah Ibn Amr Ibn al-Aass

Here is an interesting story about Abdullah Ibn Amr who said: My father made me marry a woman from the tribe of Quraish; when she entered my room, I did not approach her due to my engagement in worship and prayer. Then my father came to his daughter in law and asked her: How is your husband? She said the best man of the best people. He never approached her bed. She said. Then my father came to me and bit me with his tongue and said: I made you marry a woman from a respectable family, but you neglected her and did this and that. He then went and complained to the Prophet against me. The Prophet asked me to come and when I arrived he said: Do you fast during the day and pray all night? I said: Yes. He said: But I fast and break my fast, pray and sleep at night and marry women. Whoever avoids my way and hates it is not of me.

Abdullah Ibn Amr says: Once the Messenger of God entered my house and said: Is it true that you pray all night and fast your days? I said: Indeed I do this. He said: Suffice it that you fast three days every month, for they will be tenfold in reward, thus as if you fast all your life. I said: But I can fast more and I like that you increase my share. He said: Then five days. I continued to ask him more until he made it one half of my days. The Prophet then said: Your family have a right upon you, your servant, and so do your guests. When Abdullah Ibn Amr became old he used to say: Would that I have listened to the advice of the Messenger of God.

When Abdullah Ibn Amr became an old man, he used to say: O I wish I had accepted the permission given to me by the Messenger of God who also allowed him the same easy permission in fasting despite his insistence to fast more until the Prophet said: Fast a day and break your fast the next day like the fasting of my brother David which is the best fasting in the sight of God. The Prophet forbade perpetual fasting. He also ordered us to sleep part of the night and said: I pray at night and sleep, fast and breadfast, marry women, and eat meat. Whoever does not like my way of life is not of me. It has been proved in several cases that a person will repent if he does not commit himself to the mode of the Prophet's worship.

~ Abdullah Ibn 'Amr was one of the famous muhaddithun, among the Prophet's Companions, the 1st to be trusted to write on the Prophet's sayings..Setianya kepada Baginda Rasulullah s.a.w sehingga mengabaikan yang lainnya, tetapi dibetulkan oleh Nabi s.a.w akan perbuatannya.. ~

Monday, October 25, 2010

1 left hope..~


~ listening to ae shi teru song ((Japanese))...


Look forward..
      Never look back..
            I'm a shadow from darkness that keeps you fall..
                  You should keep me away..
                        Far from sight, far from side..
                              Coz i'll always push you down..

Fly windy fly windy, fly high..
      Take this little kite along..
            Seeing the beauty of the future it could never imagine..
                  Fly...fly...

- created on 13th Oct 2010 -

Giving a chance..Towards self..When there's only 1 thing left..That can be a reason to survive in own life..Seeing own smile..And keep it on.. :)