Saturday, September 4, 2010

Fitrah..~

Indahnya cinta bila saling...


Tetapi, mungkin hakikatnya...


Mungkin aku ada kesilapan...


Mungkin juga aku perlu bersabar...


‎"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (bilah menikah) anak-anak yatim, maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka seorang sajalah, atau hamba sahaya yang kamu miliki. Yang demikian itulah yang lebih memungkinkan kamu terhindar dari berlaku sewenang-wenangnya." [Surah An-Nisaa’ ayat 3]

Dia kata..

Cinta itu suci..Ibarat kain putih yang menanti untuk dicorakkan..Hasilnya menawan hati disulami pelbagai warna dan menjadi kenangan terindah untuk dikongsi bersama..

Aku pilih dia kerana aku yakin dia yg terbaik...bkn terbaik dalam segala hal,tp paling terbaik pernah aku jumpa sepanjang perjalanan aku ni...semoga semuanya dapat disimpulkan menjadi satu ikatan yang sah...semoga diberkati oleh-Nya..AMEEN..

"Awk buat la pilihan awk, pilihan yg awk rs tepat..hadir sy di sisi awk hanya dgn niat utk memperisterikan awk..x ada niat yg lain.."
- .... (4 Sept 2010/ 17:09)

Bacaanku..

Ukuran bahagia ada kala tidak dapat diukur pada pandangan mata fizikal tetapi kepada hati yang merasainya.

Sumber: Habsah Dinin, Lengkapkan Diri Dengan Ilmu Sebelum Berkahwin (1klassified, Berita Harian/ 7 Aug 2010)

'Abdullah bin 'Abbas ra berkata, bahawa salah seorang berkata kepada Nabi saw, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai anak yatim telah dipinang oleh lelaki kaya dan lelaki miskin. Kami menginginkan yang kaya sedangkan ia menyukai yang miskin". Rasulullah saw bersabda:

لم نر للمتحابين مثل النكاح

"Kami tidak melihat dua orang yang saling mencintai kecuali dengan pernikahan" (Hadis Riwayat Ibnu Majah, disahihkan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani diSilsilah no 624)

- Sumber: Asyraf Dinie Bahari dari asyrafdinie.blogspot.com
Bercerita Tentang Cinta, Cinta Hakiki, Cinta Yang Diredhai, Cinta Di Bawah Naungan Ilahi


~ Andai itu yang tertulis, tiada sebab untuk berdalih..Maka, ya Allah, peliharalah.. ~

Pelajari ilmu kekeluargaan..~ (2)


Kisah anak yang mencoret kereta ayahnya

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, kanak-kanak perempuan comel berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.


Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada kereta baru ayahnya. Ya... karena kereta itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi si anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreatifnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari kesesakan lalu lintas. Setelah sebelah kanan kereta sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri kereta. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat kereta yang baru setahun dibeli dengan bayaran ansuran yang masih lama lunasnya. Si ayah yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerja siapa ini?!!!" . Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih lagi melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan "Saya tidak tahu, tuan". "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" herdik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya, bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali di telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menangis
kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah kebingungan, tak tahu harus berbuat apa. Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.
Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut mengendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Sapukan ubat saja!" jawab si ayah.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mahu memberi pengajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu", jawab pembantunya
ringkas. "Bagi minum panadol saja", jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahu tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Petang nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saat si anak yang sudah lemah barulah dibawanya ke klinik. Doktor mengarahkan agar Dita dibawa ke hospital karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari dirawat di hospital, doktor memanggil ayah dan ibu Dita. "Tidak ada pilihan.." kata doktor tersebut yang mencadangkankan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan terkena jangkitan kuman. "Ini sudah
bernanah, untuk menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata doktor itu. Si ayah dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga kehairanan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam seksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan
air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mahu lagi ayah pukul. Dita tak mahu jahat lagi...Dita sayang ayah..sayang ibu", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Bik Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu menangis.

"Ayah..kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil..Dita janji takkan mengulanginya lagi! Bagaimana Dita mahu makan nanti? Bagaimana Dita mahu bermain nanti? Dita janji takkan mencoret-coret kereta lagi" katanya berulang-ulang. Terasa luluh hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah
terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Akhirnya si anak cantik itu meneruskan kehidupannya tanpa kedua tangan dan dia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...

Tahun demi tahun kedua orang tua itu menahan kepedihan dan kehancuran batin sampai satu saat si ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan meninggal dunia diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi. Namun, si anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya itu tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.


By: Abdul Aziz Ar-Ra'uuf (2 September 2010/ 6:40pm)
Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam


~ Didik sabar..Mampukah aku jadi seorang ibu yang baik nanti? ~

Jadikan aku seperti yang kau inginkan..~


Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, mahukah engkau ku pakai untuk menjadi paip saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?"

Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mahu bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi paip saluran air itu."

Sang petani menjawab, "Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi paip yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur."

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam..... , kemudian dia berkata kepada petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?"

Petani menjawab batang bambu itu, " Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justeru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah."

Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki."

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi paip saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berfikir bahawa dengan masalah yang datang silih berganti tak ada kesudahannya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-NYA? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, ALLAH sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. DIA sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-NYA. Tapi jangan khuatir, kita pasti kuat karena ALLAH tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi mahukah kita berserah pada kehendak ALLAH, membiarkan DIA bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-NYA?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, " Inilah aku, ya ALLAH, perbuatlah sesuai dengan yang KAU kehendaki."

"semoga Allah memberkati setiap langkah kita"


By: Abdul Aziz Ar-Ra'uuf (1 September 2010/ 11:52pm)
Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam

Wednesday, September 1, 2010

10 Petanda Dia Jodoh Kita..~


Firman Allah SWT, bermaksud "Jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (Surah Muhammad, ayat 7)

Gunakan seluruh pancaindera

Jodoh adalah perkara yang sudah ditetapkan oleh Allah yang maha Esa. Tetapi bagaimana kita mengetahui dia memang ditakdirkan untuk kita? Allah SWT mengurniakan manusia telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan aka untuk berfikir. Jadi gunakan sebaik-baiknya bagi mengungkapkan rahsia cinta yang ditakdirkan. Dua manusia yang rasa mereka dapat hidup bersama dan memang dijodohkan pasti memiliki ikatan emosi , spiritual dan fizikal antara keduanya. Apabila bersama, masing-masing dapat merasai kemanisan cinta dan saling memerlukan antara satu sama lain. Lalu gerak hati mengatakan, dialah insan yang ditakdirkan untuk bersama. Benarkah ia seperti yang diperkatakan?

Berikut adalah 10 petanda yang menunjukkan dia adalah jodoh kita.

1.Bersahaja

Kekasih kita itu bersikap bersahaja dan tidak berlakon. Cuba perhatikan cara dia berpakaian, cara percakapan, cara ketawa serta cara makan dan minum. Adakah ia spontan dan tidak dikawal ataupun kelihatan pelik. Kalau ia nampak kurang selesa dengan gayanya, sah dia sedang berlakon. Kadang-kadang, kita dapat mengesan yang dia sedang berlakon. Tetapi, apabila dia tampil bersahaja dan tidak dibuat-buat, maka dia adalah calon hidup kita yang sesuai. Jika tidak, dia mungkin bukan jodoh kita.

2.Senang bersama

Walaupun kita selalu bersamanya, tidak ada sedikit pun perasaan bosan, jemu ataupun tertekan pada diri kita. Semakin hari semakin sayang kepadanya. Kita sentiasa tenang, gembira dan dia menjadi pengubat kedukaan kita. Dia juga merasainya. Rasa senang sekali apabila bersama. Apabila berjauhan, terasa sedikit tekanan dan rasa ingin berjumpa dengannya. Tidak kira siang ataupun malam, ketiadaannya terasa sedikit kehilangan.

3.Terima kita seadanya

Apapun kisah silam yang pernah kita lakukan, dia tidak ambil peduli. Mungkin dia tahu perpisahan dengan bekas kekasihnya sebelum ini kita yang mulakan. Dia juga tidak mengambil kisah siapa kita sebelum ini. Yang penting, siapa kita sekarang. Biarpun dia tahu yang kita pernah mempunyai kekasih sebelumnya, dia tidak ambil hati langsung. Yang dia tahu, kita adalah miliknya kini. Dia juga sedia berkongsi kisah silamnya. Tidak perlu menyimpan rahsia apabila dia sudah bersedia menjadi pasangan hidup kita.

4.Sentiasa jujur

Dia tidak kisah apa yang kita lakukan asalkan tidak menyalahi hukum hakam agama. Sikap jujur yang dipamerkan menarik hati kita. Kejujuran bukan perkara yang boleh dilakonkan. Kita dapat mengesyaki sesuatu apabila dia menipu kita. Selagi kejujuran bertakhta di hatinya, kebahagiaan menjadi milik kita. Apabila berjauhan, kejujuran menjadi faktor paling penting bagi suatu hubungan. Apabila dia tidak jujur, sukar baginya mengelak daripada berlaku curang kepada kita. Apabila dia jujur, semakin hangat lagi hubungan cinta kita. Kejujuran yang disulami dengan kesetiaan membuahkan percintaan yang sejati. Jadi, dialah sebaik-baik pilihan.

5.Percaya Mempercayai

Setiap orang mempunyai rahsia tersendiri. Adakalanya rahsia ini perlu dikongsi supaya dapat mengurangkan beban yang ditanggung. Apabila kita mempunyai rahsia dan ingin memberitahu kekasih, adakah rahsia kita selamat di tangannya? Bagi mereka yang berjodoh, sifat saling percaya mempercayai antara satu sama lain timbul dari dalam hati nurani mereka. Mereka rasa selamat apabila memberitahu rahsia-rahsia kepada kekasihnya berbanding rakan-rakan yang lain. Satu lagi, kita tidak berahsia apa pun kepadanya dan kita pasti rahsia kita selamat. Bukti cinta sejati adalah melalui kepercayaan dan kejujuran. Bahagialah individu yang memperoleh kedua-duanya.

6.Senang Bekerjasama

Bagi kita yang inginkan hubungan cinta berjaya dan kekal dalam jangka masa yang panjang, kita dan dia perlu saling bekerjasama melalui hidup ini. Kita dan kekasih perlu memberi kerjasama melakukan suatu perkara sama ada perkara remeh ataupun sukar. Segala kerja yang dilakukan perlulah ikhlas bagi membantu pasangan dan meringankan tugas masing-masing. Perkara paling penting, kita dan dia dapat melalui semua ini dengan melakukannya bersama-sama. Kita dan dia juga dapat melakukan semuanya tanpa memerlukan orang lain dan kita senang melakukannya bersama. Ini penting kerana ia mempengaruhi kehidupan kita pada masa hadapan. Jika tiada kerjasama, sukar bagi kita hidup bersamanya. Ini kerana, kita yang memikul beban tanggungjawab seratus peratus. Bukankah ini menyusahkan?

7.Memahami diri kita

Bagi pasangan yang berjodoh, dia mestilah memahami diri pasangannya. Semasa kita sakit dia bawa ke klinik. Semasa kita berduka, dia menjadi penghibur. Apabila kita mengalami kesusahan, dia menjadi pembantu. Di kala kita sedang berleter, dia menjadi pendengar. Dia selalu bersama kita dalam sebarang situasi. Tidak kira kita sedang gembira ataupun berduka, dia sentiasa ada untuk kita. Dia juga bersedia mengalami pasang surut dalam percintaan. Kata orang, "lidah sendiri lagikan tergigit", inikan pula suami isteri'. Pepatah ini juga sesuai bagi pasangan kekasih. Apabila dia sentiasa bersama kita melalui hidup ini di kala suka dan duka, di saat senang dan susah, dialah calon yang sesuai menjadi pasangan hidup kita.

8.Tampilkan kelemahan

Tiada siapa yang sempurna di dunia ini. Tipulah jika ada orang yang mengaku dia insan yang sempurna daripada segala sudut. Pasti di kalangan kita memiliki kelemahan dan keburukan tertentu. Bagi dia yang bersedia menjadi teman hidup kita, dia tidak terlalu menyimpan rahsia kelemahannya dan bersedia memberitahu kita. Sudah tentu bukan senang untuk memberitahu dan mengakui kelemahan di hadapan kekasihnya. Malah, dia tidak segan mempamerkan keburukannya kepada kita. Misalnya, apabila dia bangun tidur ataupun sakit dan tidak mandi dua hari, dia tidak menghalang kita daripada melawatnya.Apabila kita dan dia saling menerima kelemahan dan sifat buruk masing-masing, memang ditakdirkan kita hidup bersamanya.

9.Kata hati

Dengarlah kata hati. Kadangkala, manusia dikurniakan Allah deria keenam yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya. Dengan deria batin ini juga kita dapat saling tahu perasaan masing-masing. Kita dan dia juga dapat membaca fikiran antara satu sama lain dan dapat menduga reaksi dan tindakbalas pada situasi tertentu. Apabila kita yakin dengan pilihan hidup kita, tanyalah sekali lagi. Adakah dia ditakdirkan untuk kita? Dengarlah kata hati dan buatlah pilihan. Serahlah segalanya pada ketentuan yang maha berkuasa.

10.Solat Istikharah dan Tawakkal

Jodoh dan pertemuan semuanya di tangan Allah SWT. Manusia hanya perancang di pentas dunia ini dan skripnya ditulis oleh yang maha esa. Adakalanya, dalam memainkan peranan sebagai pelakon, diberi petunjuk melalui mimpi atau gerak hati. Mimpi memang mainan tidur, tetapi apabila kita melakukan sembahyang Istikharah dan memohon supaya Allah memberikan petunjuk, insya-Allah dengan izinnya kita mendapat petunjukNya. Jika dia pilihan kita, buatlah keputusan sebaiknya. Jika tidak, tolaklah dia dengan baik. Semua yang kita lakukan ini adalah bagi mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Setelah semuanya diusahakan, berserahlah kepadaNya dan terus berdoa. Ingatlah, nikmat di dunia ini hanya sementara.Nikmat di akhirat adalah kekal selamanya.


Ditulis oleh Hj Abdul Samad Profile:

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000474159776
p/s: sebarkan ilmu walau dengan satu ayat..

~ Niat saya share, moga dapat membantu ~

Condong..~


Pagi tadi sempat tengok tafsir Al-Qur'an..hmm..Terasa macam susah nak interpret sebab ada satu analogi@metafora dan ada pulak penjelasan menyokong ayat-ayat dari surah lain..

Di muka "isi kandungan", tertulis Surah As-Shaff dan perkara-perkara yang disentuh dalam surah tersebut..Aku tertarik pada satu perkara berbunyi condongnya hati seseorang berdasarkan iman dan amalnya..

Cek As-Shaff: 5, bilamana Nabi Musa a.s bertanyakan kepada pengikut@umatnya "Kenapa kamu semua menyakitiku sedangkan kamu tahu aku juga adalah utusan dari Allah, salah seorang rasul untuk kamu"..Kemudian Allah menutupi ayat tersebut dengan berkata "...jika mereka condong, maka Allah condongkan lagi hati mereka...kerana sesungguhnya mereka itu golongan fasiq"..

Apa kaitannya dengan kisah Nabi Musa a.s dan apa pula yang dimaksudkan dengan "condong"?

Bila Nabi Musa a.s bertanya begitu , jelaslah menunjukkan yang pengikut@umatnya tidak percaya dengan wujudnya nabi Musa a.s sebagai utusan Allah. Dalam hati mereka penuh ragu-ragu. Sudahlah ragu-ragu, menolak kebenaran pula. Maka Allah tambahkanlah (condongkanlah) lagi keraguan dalam hati mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar hidup dalam keraguan dan tergolong dalam golongan orang-orang yang fasiq.

Bagaimana pula berkaitan dengan kenyataan condongnya hati seseorang berdasarkan iman dan amalnya tadi?

Baila hati penuh ragu-ragu, maka apa yang dikerjakan berada dalam keadaan syubhah. Kita gagal bezakan baik buruk, halal haram, dan dosa pahala. Kerana permulaannya ragu-ragu dan menolak kebenaran (takabbur), maka tiadalah petunjuk dariNya. Malangnya bila hal ini terjadi, kita menyalahkan Tuhan kerana menjadikan kita begini, membiarkan kita bergelumang dosa, melahirkan kita dalam keadaan bodoh, dan sebagainya.

"Condong" itu permulaannya datang dari hati sendiri. Sebagai Muslim, kita percaya hati adalah mata utama, akal adalah yang kedua. Bila keputusan kita "tak nak" dan kita mengabaikan semua suruhanNya, hati kita sikit-sikit jadi gelap. Itulah keputusan kita. Sedangkan Allah sudah terang-terangan berikan kita pilihan; baik atau buruk, kaya atau miskin, berilmu atau jahil, senang atau susah, sakit atau sihat, gembira atau sedih, tidur atau bangun, gelap atau terang, kecil atau besar, putih atau hitam, etc. Malahan kita boleh pilih kedua-duanya mengikut kesesuaian keadaan. "Condong" itu datang dari kita, bukan Dia.

Tipis iman seseorang, semakin tak tentu arah amalannya. Semuanya samar-samar. Ibarat tiada manual untuk dirujuk. Boleh jadi ibarat anak hilang ibu, merata-rata rayaunya, menangis tak keruan.

Sebagai kesimpulannya, penulis tafsir membuat analogi begini. Lihat saja orang yang malas berusaha. Apa yang mereka dapat? Adakah mereka berjaya? Tidak. Tunjukkan bukti jika ada manusia yang berjaya di dunia ini tanpa usaha sedikit pun. Pendek kata kita dapat hasil atas apa yang kita usahakan. Jika kecil usahanya, kecillah hasilnya dan begitulah sebaliknya. Surah Al-Fathir menjelaskan Allah berhak menunjuki sesiapa yang mencari kebenaran dengan penyelidikan (sesiapa yang dikehendakiNya) dan menyesatkan mereka yang mengabaikan@menolak kebenaran (sesiapa yang dikehendakiNya).

Hmm..Jauhilah rasa sangsi, ragu-ragu, dan jahil. Kalau itulah kesannya pada kita, mohonlah dijauhkan. Semua tak terkecuali dari diuji dengan rasa ragu-ragu begini. Termasuk aku.

Tapi sekiranya kita yakin dengan Dia, insyaAllah ragu-ragu itu akan hilang dan Allah permudahkan semuanya. Biarlah kita ragu-ragu sama ada amalan kita diterima atau tidak, ibadat kita cukup atau tidak, ke syurga kah atau ke neraka kah kita, dah cukup mantap kah iman ni, kerana benda-benda ni boleh membawa kita dekat kepadaNya. Bukannya betulkah si polan akan berkahwin dengan janda/duda, betulkah mereka berpisah, betulkah si polan mampu keluarkan permata dari tangan, betulkah ajaran ustaz ni, betulkah.....macam-macam a.k.a 'gosip'..

- Hanya setelah berusaha sehingga berkali-kali kegagalan betul-betul membuntukan kita, maka barulah disebut takdir -

~ Be a man, don't be a ghost ~