Tuesday, September 28, 2010

Permata hati mutiara kata..~

"Dan selagi kita punya hati, selagi itulah ada cinta."

"Manusia tidak akan letih memburu cinta. Itulah hakikatnya."

- Cinta Fatamorgana... oleh Pahrol Mohamad Juoi, SOLUSI Isu 22.

Cinta dan Benci
1. Barangsiapa ingin dicintai Allah dan rasulNya hendaklah dia berbicara benar (jujur), menepati amanat dan tidak mengganggu tetangganya. [HR. Al-Baihaqi]

2. Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. [HR. Ad-Dailami]

3. Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah. [HR. Ath-Thabrani]

4. Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli. [HR. Abu Dawud dan Ahmad]

5. Cinta berkelanjutan (diwariskan) dan benci berkelanjutan (diwariskan). [HR. Bukhari]

6. Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. [HR. Al Hakim]

- http://triy.blog.friendster.com/kumpulan-hadis-tentang-cinta-dan-benci/

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber Islam dan perkataan para ulama berikut ini.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnya lah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji. [Hamka]

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. [Hamka]

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya. [Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)]

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.
[Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)]

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. [Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)]

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. [Ali bin Abi Thalib]

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai. [A’idh Al-Qorni]

- http://blog.al-habib.info/id/kata-mutiara-islami-tentang-cinta/

Teringat pesan seseorang, "Dapatkanlah yang terbaik, sebab awak layak..".

*******

Bagi golongan wanita, Rasulullah telah mengenakan dua syarat pilihan iaitu hanya menerima lelaki yang beragama dan berakhlak sebagai suami. Ini menunjukkan Islam amat menjaga kebajikan wanita.

Rasulullah s.a.w pernah bersabda, “Apabila orang yang engkau redha agama dan akhlaknya datang meminang, maka kahwinkanlah dia, jika tidak kamu lakukan demikian akan berlakulah fitnah di bumi dan kerosakkan yang besar.”

[Sunan Tirmizi]

- http://webblog.myjodoh.net/2007/07/16/panduan-memilih-jodoh-daripada-rasulullah/

~ jadilah sebutir permata dalam deraian kaca ~

Sunday, September 26, 2010

Cinta Fatamorgana...~

Aku tertarik dengan beberapa ayat dalam tajuk ni..Walaupun ditujukan untuk golongan tua, tapi rasanya tak salah untuk ambil info nya sebab sunnatullah itu ialah kita juga akan merasa tua satu masa nanti..Itupun kalau dipanjangkan umur dan diberi kesempatan merasainya..insyaAllah..

*******

"Pada usia tua, kita tetap punya hati. Dan selagi kita punya hati, selagi itulah ada cinta. Dalam satu hati, tidak boleh ada dua cinta. Setua mana pun kita, pasti ada satu cinta yang bersemi dan mendominasi dalam hati."

"Apakah cinta yang seharusnya ada dalam hati wanita atau lelaki tua? Tentulah cinta Allah. Sebab semakin tua semakin dekat perjalanan menuju Allah. Kematian itu ertinya pulang menemui Allah. Dan itu juga bererti pulang menemui cintanya yang sejati dan abadi."

"Apabila usia telah tua, semua nikmat yang bersifat lahiriah dan fizikal mula dicabut sedikit demi sedikit dan secara beransur-ansur. Nikmat makan, nikmat sihat, nikmat tidur,...dll menjadi semakin menurun."

"Segala kemanisan dan kelazatan dunia mula dicabut perlahan-lahan menjelang usia tua agar manusia beransur-ansur beralih kepada kelazatan rohaniah pada episod-episod terakhirnya dalam hidup....Satu persatu "kesayangan" kita sudah diambil, maka usah berpaling lagi daripada Allah. Rebut dan nikmati cintaNya sebagai bekalan di akhirat nanti."

"Apabila kelazatan dunia semakin hambar dan tawar, itu petanda detik berpindah ke alam akhirat sudah dekat. Sediakan bekalan dengan cepat!"

"Inilah sudut pandangan yang patut ada dalam setiap hati orang tua. Ketika segala-galanya menjauh, datanglah mendekat kepada Allah. Kau tidak ada apa-apa lagi, kuatkan pecutan hatimu menuju Ilahi. Jangan dilalaikan lagi oleh cinta yang lain."

"Sungguh bijak syaitan menipu. Angkara dan strategi yang tidak pernah berhenti....Bermodalkan cinta yang "dikitar semula", syaitan masuk untuk menyesatkan manusia. Mata si datuk yang seharusnya sudah merasakan kesejukan wuduk dan ketenangan solat, sudah dilekakan untuk mengerling si kekasih lamanya. Masa untuk menatap al-Quran semakin luput apabila asyik berpaut di skrin telefon bimbit untuk membaca "ayat-ayat cinta" yang berputik kembali."

"Dunia menipu. Cinta memperdaya....Panas yang membahang disangka air. Lalu kita berebut-rebut mengejarnya. Nampak indah dari jauh, tetapi apabila didekati kosong makna, kontang rasa...."

"...Ah, pesona cinta tetap sama! Jika diburu berdasarkan nafsu, percayalah...selagi belum dapat memang indah, tetapi apabila sudah dapat, segala-galanya akan pudar. Apa yang diburu akan menjemukan apabila sudah berada dalam genggaman."

"...Ingat, kebaikan yang mampu kita lakukan pada usia tua hanyalah momentum yang dibina sejak usia muda...Sesiapa yang rajin beramal ibadah sewaktu muda, kerap kali akan mewarisi tabiat yang baik itu apabila telah tua. Jadi rajinlah dan istiqamahlah dengan membuat kebaikan, mengerjakan solat, membaca al-Quran sekarang, agar hati itu terisi..."

"Bagi remaja yang asyik memburu cinta terlarang sekarang ini, beringat-ingatlah. Jangan kita terpaksa memburu cinta palsu hingga ke akhir hayat. Kita akan diletihkan, ditipu dan dihancurkan oleh cinta itu berkali-kali."

"Usia muda terbuang, usia tua tersia-sia. Jangan begitu, orang Mukmin tidak akan jatuh ke dalam lubang sama dua kali..."

"Manusia tidak akan letih memburu cinta. Itulah hakikatnya. Alangkah malangnya jika yang diburu tanpa jemu itu hanya kebatilan."

"Jika ditanya, mengapa ada cinta yang sehodoh dan sebodoh ini? Jawabnya mudah, cinta itu mengikut keadaan hati seseorang. Lebah akan menyeri sari pati bunga. Lalat akan menghurung bangkai. Jika hati itu terisi dengan cinta Allah, ia akan mencari dan memburu kebaikan..."

""Retua" yang memburu cinta terlarang ialah mereka yang kosong jiwanya. Dalam hatinya belum ada kemanisan iman. Lalu ia mencari dan terus mencari...Akhirnya kekosongan itu diisi oleh cinta palsu...hati yang kosong akan bertambah kosong. Sunyi, sepi, sayup-sayup ada suara yang berdetak di hati, "Ah, rumah kata pergi, kubur kata mari...""

"Ah, tidak sudi dia ke sana! Takut dan benci mati. Lalu dalam keadaan itu, syaitan membisikkan cinta lama. Burulah kebahagiaan itu selagi usia masih ada!..."

"Apabila usia telah tua, ertinya Allah telah memanggil. Bersedialah untuk pergi. Pergi bukan untuk berpisah tetapi untuk bertemuNya. Di sana ada cinta yang lebih bahagia dan lebih sempurna. Jangan terkesima lagi dengan cinta fatamorgana!"

Oleh: Pahrol Mohamad Juoi
Soal Cinta, SOLUSI Isu No. 22, m/s 48-49

*******

Andai Allah mahu beri petunjuk kepada kamu, maka akan terpampanglah segala lukisan dunia..Kamu akan melihat pokok itu lukisan, tak seperti biasa kamu lihat dulu..Kamu akan lihat pemandangan langit seperti apa yang dilukis atas kertas, warnanya tak seindah yang pernah kamu kagumi dulu..Sekitar kamu kelihatan plastik semuanya..

Kamu akan benci kepada bunyi-bunyian yang tak bermanfaat: mengumpat, marah yang tak menentu, lagu-lagu yang kosong maknanya, tawa yang keterlaluan..Kamu akan rasa udara yang kamu hirup itu sedikit dan bagaimana kalau ia tiada?? Kamu juga mungkin berpeluang menyaksikan kecelakaan dan kematian di hadapan kamu pada ketika dan waktu itu..Maka terimalah petunjuk itu..-memori Ramadhan 1430 H-

Tujuan dijadikan apa yang di langit dan di bumi adalah untuk kita berfikir tentang asal usulnya, supaya bertambah iman..mudah-mudahan..

Dari hal mimpi
Ada seorang wanita cantik menghampiri, bertubuh sederhana, kulit wajahnya putih mulus, matanya sepet dan kecil, rambutnya lurus keperang-perangan sesuai dengan orangnya yang berkulit cerah, sempurna sifat, berpakaian baju kurung putih berbunga merah-pink lembut, sesuai jugak dengan orangnya yang nampak lembut..Tapi aku lari..Dia merayu "Ke mana awak nak pergi? Jangan tinngalkan saya..Tolonglah..jangan tinggalkan saya.."..Aku tetap berlalu pergi..Aku lihat dia hanya berdiri sambil tersenyum di sana..-mengharap aku datang semula agaknya tapi takutlah...-

Sakinah...namanya Sakinah..-mmm..sedap betul bunyi nama tu, mesti maksud dia pun best..err..tapi apa makna sakinah ya?? ('.')?-

~ hurm..makcik dah tua, nak.. ~

Sit and see..~ :)



~ drawing is a common + simple thing, painting is the impossible + problematic thing..aish.. ('.')? ~

Sunday, September 19, 2010

Wahai hati..~ :)

~ listening to Kitaro's peaceful melody...

Bergembiralah selalu, hati... :)

Ramai yang tahu, hati adalah salah satu organ dalam badan kita, tapi itu secara zahirnya. Batinnya, ramai yang tahu, tak ketinggalan juga, ramai yang tak tahu bahawa hati adalah tempat persinggahan terakhir selepas menggunakan pancaindera dalam menilai sesuatu perkara sekaligus mengenepikan hak pemikiran yang waras. Sebab itulah, barangsiapa yang mampu menggunakan kedua-dua keistimewaan ni dengan sewajarnya, maka dia mampu menepis cubaan yang silih berganti.-insyaAllah-

Kenapa menuju ke arah yang menggembirakan, menyeronokkan, dan mengasyikkan? Kenapa pula menuju ke arah yang menyedihkan, menyakitkan, menghibakan, memilukan, dan mengecewakan? Ingat...Sebagai seorang manusia biasa, tak ada sesiapa yang meminta hal yang demikian, kan? Kadang-kadang, datangnya tanpa diundang. Tapi fikirkan pula dari mana mulanya kalau bukan kita yang memberi ruang untuk semua itu terjadi. Begitulah...pasang surutnya hati..

Sepatutnya kalau sekiranya kita bijak, pilihlah yang mampu membahagiakan hati. Ingatlah pada apa saja, kepada siapa saja, tentang apa jua yang mampu buat kita tenang semula. Seeloknya jauhkan fikirkan tentang "kenapa" yang tak berkesudahan.

Marah pun tiada gunanya. Malahan kita bertambah 'sakit'.

Oleh itu, sukanya saya memanjatkan rasa syukur atas kurniaan Ilahi dengan kehadiran insan-insan tersayang yang banyak mengajar satu erti untuk setiap sesuatu yang biasa kita lalui dalam hidup, iaitu erti pengorbanan. Banyak orang tetapi mereka berkongsi satu pengorbanan. :) Alhamdulillah...bahagia hati ini..

Ibu bapa tercinta serta adik-adikku sayang..

Roommate yang banyak mendengar: Puteri Nurul Jehan, Suhana, dan Wan Shahira..

Sahabat-sahabat: Mumtaz Farhana Mohd Fauzi, Farah Izzah Mohd Faudzi, Nur Ashikin Ibrahim (Ekin), Norlihidayu Rosli, Khairiah Adilah Juha, Rabiatul Adawiyah Salleh, Yusniza Yusoff, Muhammad Farhan Aminuddin, Muhammad Dhamiri Darmawi, Nurul Faatihah Sulaiman, Amirul Hafiz Sulaiman, Syed Kamil Syed Md Nasser, Mahadi Salleh, Zuhaili (Elly), Siti Khairunnisa Bakri, Suria Salha, Fatin Nadhirah, Afiqah Tajuddin, Ahmad Muslim Abdul Rahman, Sih Sayekti Ngadimun, Shuhadak Shokri (seorang sahabat baru), Muhd Zaim Zainuddin, Muhammad Amir Husayni Zainal, Muhammad Hanif Alimin, Farhana Amani Kamal, kak Asniza Mamat (my lovely counselor - Matric PEERS), Aisah, Rafaei Mohd, Mohd Azizan A. Bakar..

Apa pengorbanan mereka?

Bertanyakan khabar, berkongsi cerita dan pengalaman, ambil berat tentang kita di waktu kita sakit, setia menggembirakan kita di waktu kita bersedih...dengar bunyinya seperti biasa pada kita kan? Tapi adakah biasa sekiranya kita tiba-tiba mendapat tahu bahawa keadaan mereka lebih 'parah' daripada kita? Ada di antara mereka yang mempunyai masalah kesihatan, baru kehilangan insan tersayang (meninggal dunia), mempunyai masalah keluarga, mempunyai masalah peribadi, dsb nya..

Inilah erti pengorbanan yang pada saya cukup besar maknanya..

Wahai hati...bergembiralah kerana kita tak bersendirian..Janganlah kamu, wahai hati, berprasangka buruk terhadap hati-hati yang lain kerana belum tentu penilaianmu benar belaka..Di kala kita bergembira, mungkin ada yang derita..Di kala kita bersedih, mungkin ada yang lebih sedih dan lebih memerlukan daripada kita..Satu hari, pasti akan kamu rasakan bagaimana rasanya hati-hati yang sedang derita itu..dan pasti akan kamu ketahui di mana silapnya..serta belajar mengahadapinya..Lebih-lebih lagi apabila tiba giliran kamu yang akan BERKORBAN (merasai saat sukarnya melakukan pengorbanan ketika hati kamu sedang dihimpit pilu) untuk menggembirakan hati-hati lainnya..Jika berjaya, maka kamu takkan pernah merasa sia-sia..

Dengan cara itu, tenanglah segala-galanya..Bergembiralah, wahai hati...


~ :) ~

p/s: Missing lil cute cousins Farwiza Adlina, Farhana Zafirah, Farisha Irdina, and Fariha Dayana..

Saturday, September 18, 2010

Be just..~

Actually I was trying to seek for some more..But still the content talks about the same..Never mind..Then, we'll go to iLuvislam.com..

By reflecting myself, I found that most people tend to blame others when something goes wrong..I used to it before..But when I go to my dear Book, I started to think "ooh I've to change"..Few people in this world can repay happiness to us but there are almost all did otherwise..

To make this clear, I refer to the gender differences..I know that the thing like WHO IS MORE POWERFUL THAN THE OTHER had always been talked @ discussed..Up till they overestimate @ underestimate the genes in our body..Blame..

Yet, I really want to know since I'm a woman something about man..Something about normal man in term of responsibility..Why? Because I want to be just, understand this being, well..actually try to understand and avoid blaming..Honestly, it is to maintain relationships from now on..

Perhaps this could be the best education for me although experiencing it would be much more difficult and challenging..

********

Aku dan Kau berbeza

LELAKI

Seorang lelaki bujang menanggung dosanya sendiri apabila dia sudah baligh manakala dosa gadis bujang ditanggung oleh bapanya. Lelaki yang berkahwin menanggung dosanya sendiri, dosa isteri, dosa anak perempuan yang belum berkahwin dan dosa anak lelaki yang belum baligh. BERAT....

Hukum menjelaskan anak lelaki bertanggungjawab ke atas ibunya dan sekiranya dia tidak menjalankan tanggungjawabnya, maka berdosa baginya terutama anak lelaki yang tua. Berlainan dengan perempuan, perempuan hanya perlu taat kepada suaminya. Sekiranya seorang isteri berbuat baik kepada suaminya maka pahala akan dapat kepadanya dan jikalau berbuat yang tidak baik dosanya ditanggung oleh suaminya. BERAT....

Suami diwajibkan memberi nafkah kepada isteri namun tidak wajib bagi seorang isteri memberi nafkah walaupun isteri boleh membantu. Haram bagi suami bertanyakan mengenai pendapatan isteri lebih-lebih lagi jika menggunakan pendapatan isteri tanpa izin.

Dan jika dilihat banyak lagi amanah dan tanggungjawab yang Allah kurniakan kepada insan yang bernama lelaki, lebih-lebih lagi kepada mereka yang bergelar si suami. Mengikut kajian yang dilakukan juga, nyawa seorang wanita lebih panjang daripada seorang lelaki, mungkinkah kerana bebanan dan amanah yang dipikul ini begitu berat untuk dilaksanakan? Atau mungkin kerana memikirkan beratnya dosa-dosa yang terpaksa ditanggung.

TETAPI seorang lelaki ada keistimewaan-keistimewaan yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Apa keistimewaannya, belum dinyatakan lagi...

WANITA

Seorang wanita, auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki. Malah dia perlu meminta izin dari suaminya apabila mahu keluar rumah. Sekiranya berlaku apa-apa dakwaan, saksinya kurang berkesan berbanding lelaki. Manakala, tentang pembahagian harta, dia menerima pusaka kurang berbanding lelaki. Bagi wanita berkahwin, dia perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. Seorang wanita solehah wajib taat kepada suaminya. Wanita juga perlu akur bahawa talak terletak di tangan suami dan bukan isteri. Kalau dibandingkan antara lelaki dan wanita, wanitalah paling kurang dalam beribadat kerana masalah haid dan nifas.

Pernahkah kita lihat sebaliknya??

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang tersorok dan selamat. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar bersepah-sepah bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita. Wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapanya. Bukankah ibu adalah seorang wanita ?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik peribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk menyara isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala haiwan, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan jika matinya disebabkan melahirkan adalah syahid kecil. Manakala dosanya diampuni ALLAH swt (dosa kecil).

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita:-
1. ibunya
2. isterinya
3. anak perempuannya
4. saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini:-
1. suaminya
2.ayahnya
3. anak lelakinya
4. saudara lelakinya

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana-mana pintu Syurga yg disukainya cukup dengan 4 syarat sahaja iaitu dengan:-
1. sembahyang 5 waktu
2. puasa di bulan Ramadhan
3. taat kepada suaminya
4. menjaga kehormatannya

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi seorang wanita yang taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang yang berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata. MasyaALLAH,sayangnya ALLAH pada wanita!

Seorang wanita adalah pelengkap dan sememangnya istimewa di sisi seorang lelaki tetapi ingatlah wahai lelaki, kamu sebenarnya adalah istimewa disisi Allah, maka dengan sebab itu DIA mengangkat kamu menjadi pemimpin. Maka dengan keistimewaan itu,
JAGALAH dan HARGAILAH wanita sebaik-baiknya, supaya kelak dapat pulang mengadap Allah swt dalam keadaan istimewa disisiNYA.

Editor: lailatulema

********

Maybe some of us have read this somewhere..Mine would be a refresher..

Bukankah pembelajaran memerlukan sesuatu yang berulang-ulang (pengalaman)..? Ingat apa yang tertulis dalam Surah An-Nas..? Bahawa fitrah kita salah satunya adalah pelupa..Dari situlah, sama-sama mengingatkan dan mohon petunjukNya..

If that's the real things faced by a normal man, I guess it's time to learn of understanding him..-be patient- We appreciate, we care, we pray for ourselves and others..-avoid blaming-

~ As I read those, now I understand why....-to be continued in the diary- ~

Friday, September 17, 2010

Deep here to your heart..~


You should've known that I'm just like other women,
At first, I think I can handle it..
Soon, it becomes tougher..
That put me deep down at the bottom..

I guess you know what happened..
Please don't feel so offended..
and I think you did the right thing..

Silence is the best way..
I thought I was alone..
but you're here with me, always..
I'm sorry that I didn't notice you all this while..

I thought I would never need somebody here..

Avoid from expecting more...
I learnt to accept whatever it is..
Time will be the reference..

I remembered that question..
I know I've made you waiting so long..
But if you do really know what disturbs me a lot is that,
am I able to care for you..?

What a fake smile,
What a fake statements,
What a fake things,
I've made to others..
-like nothing happened-

And therefore, I would like to address thousands thanks to you,
for the sharing and reminding me about Him..
Honestly, this is the best cure..

"patiently, then persevere: for e promise of Allah is true: and ask forgiveness for your fault, and celebrate e praises of your Lord in e evening and in e morning" (ghafir : 55)
- ..... (16 Sept 2010/ 06:44)-

Thank you...

~ Did I answer you? ~

Imam..~ (2)

"...Allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang beriman di antaramu, dan beramal soleh, bahawa Allah akan mengangkat darjat mereka menjadi khalifah di muka bumi, sebagaimana orang-orang dahulu telah menjadi khalifah, dan Allah akan menetapkan agama mereka (Islam) yang diredhaiNya untuk mereka, dan akan menggantikan ketakutan mereka dengan keamanan..." [Surah An_Nur, 24: 55]

*******


Biodata ringkas Personaliti IPT Berita Harian 9-15 Sept 2010

Nama : Syed Kamil Al-Hady Syed Md Nasser
Tarikh lahir: 6 July 1989
Keluarga : Anak ke-2 daripada 5 adik-beradik
Hobi : Membaca
Pendidikan : Ijazah Sarjana Muda Sains Politik, Kulliyyah Sains Kemanusiaan UIAM

Pencapaian :
1) Kaunselor Rakan Sebaya UIAM
2) Koordinator Unit
3) Pemantapan Pembelajaran Pelajar UIAM
4) Presiden Kelab Bimbingan dan Kaunseling UIAM
5) Setiausaha Persatuan Mahasiswa Sains Politik
6) Pengarah Urusan Program Ceramah Motivasi, Datuk Dr Fadzilah Kamsah
7) Pengarah Minggu Alam Sekitar Antarabangsa UIAM
8) Wakil Mahasiswa UIAM dalam Lawatan Akademik ke Surabaya, Indonesia
9) Ketua Jawatankuasa Promosi & Publisiti Minggu Ta'aruf UIAM
10) Ketua Fasilitator Kem Kecemerlangan Ilmu peringkat Pulau Pinang

Bergelar mahasiswa sains politik membuatkan Syed Kamil Al-Hady Syed Md Nasser tidak dapat lari daripada pandangan masyarakat bahawa suatu hari nanti beliau akan menjadi ahli politik.

Biarpun sedikit rimas, Syed Kamil akhirnya akur, malah berusaha mengubah persepsi itu agar masyarakat mengetahui potensi kerjaya berkenaan bukannya terbatas sebagai ahli politik, sebaliknya mampu bergelar duta mahupun pensyarah.

Kini berada pada tahun dua pengajian di Kulliyyah Sains Kemanusiaan, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), lulusan aliran sains itu sedar ia bukannya mudah, lantas beliau cenderung bergaul dengan kelompok masyarakat bagi meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai program itu.

"Saya lahir di Kota Bharu dan dibesarkan di Kuala Lumpur. Perbezaan pergaulan antara masyarakat luar bandar dengan bandar banyak memberi pengalaman kepada saya dan ia sesuatu yang menyeronokkan.

"Apabila membuat keputusan memilih sains politik, saya tidak menoleh ke belakang lagi biarpun ada rakan yang mempertikaikan pilihan saya.

"Mereka berasakan saya sepatutnya memilih pengajian berteraskan sains sesuai dengan kelulusan pada peringkat sekolah. Namun, saya tekad kerana minat untuk bersama-sama masyarakat," katanya.

Mendapat sokongan penuh keluarganya, Syed Kamil berasakan bidang sains politik serasi dengan dirinya apatah lagi berada di UIAM yang mempunyai persekitaran bersifat global.

Katanya, peluang belajar dan bergaul dengan rakan tempatan dan antarabangsa membuka mindanya agar tidak terus terkepung dalam dunia sendiri.

"Saya banyak belajar dari persekitaran luar dan berada di UIAM cukup menyeronokkan kerana saya dikelilingi rakan pelbagai bangsa dan budaya. Peluang ini wajar dimanfaatkan dan sebagai mahasiswa, kita perlu berani serta tidak menjadikan kekangan komunikasi sebagai alasan untuk tidak bergaul dengan mahasiswa antarabangsa.

"Saya juga aktif dalam pelbagai aktiviti baik pada peringkat kulliyyah, kolej mahupun universiti. Kebanyakan aktiviti yang saya ikuti menjurus kepada aktiviti kesukarelawan, komuniti dan pendidikan," katanya.

Kesibukan aktiviti bagi Syed Kamil tidak sama sekali menggugat tumpuannya dalam bidang akademik. Beliau juga percaya kebijaksanaan mahasiswa menguruskan masa dapat membantu mereka mengekalkan kecemerlangan dalam akademik mahupun kokurikulum.

Menyimpan impian bergelar duta, Syed Kamil berhasrat meneruskan pengajian pada peringkat sarjana dengan pengkhususan dalam bidang perhubungan antarabangsa dan berharap pendedahan diperoleh di universiti mampu mempersiapkan dirinya meneroka cabaran kerjaya sebagai duta suatu hari kelak.

Oleh: Khairina Yasin
Personaliti IPT, Berita Harian Varsiti, Bil 35 (9-15 September 2010)

*******


~ Bak kata Nowseeheart..."Rancang dengan apa yang ada di tangan, bukan yang kita angan-angankan.." untuk membina cita-cita dan merealisasikan impian.~

"Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi manusia (supaya) kamu menyuruh dengan ma'aruf dan mencegah dari kemungkaran serta beriman kepada Allah..." [Surah Ali-Ilmran, 3: 110]

Sebagai seorang da'ie seharusnya mempunyai sifat sabar, penuh hikmah, contoh dan tauladan yang baik, lemah lembut, ramah-tamah dan kasih sayang; bersifat jelas dalam menanamkan kebesaran Allah s.w.t dan mencintai sunnah Rasulullah s.a.w; menyeru manusia supaya hormat-menghormati, nasihat menasihati, dan memuliakan saudaranya yang lain di samping ikhlas semata-mata kerana Allah s.w.t.

Maksud "hikmah dalam berdakwah" - mengajak dengan cara yang paling baik, tidak menyakiti hati orang lain, apalagi mendedahkan keburukan atau menimbulkan keaiban orang lain. Zahirkan kebaikan, kebaikan akan tersebar.

Hadrat Umar r.a pernah berkata: "Kebaikan mana yang ingin kamu sebarkan hendaklah kamu perkatakan dan keburukan mana yang ingin kamu lenyapkan hendaklah kamu diamkan".

Sumber: Tafsir Mahmud Yunus Al-Qur'an Nul Karim Rasm Uthmani

- allahualam, fikir-fikirkanlah -

~ Janji Allah itu pasti tiba tepat pada masanya, keadaannya, dan ke atas hamba yang dikehendakiNya ~

Monday, September 6, 2010

None other than..~


On the way back,
listened to Suria.fm..
So many people sent Eid greetings..
Hoping that theirs would be read on air..
-hmm-
Why don't they just use SMS, MMS, or even call..??
Why do they love the hard way..??

On the way back,
passed by a Muslims' graveyard..
A van was just arrived..
1 man in white cloth with turban - perhaps an imam..
The rest were wearing songkok and kopiah..
Carrying a body covered with batik..
-hmm-
This is Ramadhan, few days left for Syawal..
Our brother had just passed away..
~ semoga rohnya dicucuri rahmat Allah, ameen... ~

At the mosque, just near to my house..
A young imam gave a short tazkirah, but beneficial in a way..
He ended his tazkirah with a story..

"Sebelum kita mengakhiri tazkirah ini, sukanya saya berkongsi satu kisah yang dipetik dari satu hadis (hadis disebut, tapi tak berapa dengar, suara budak-budak lagi jelas kedengaran).."

"Ada seorang hamba Allah ini mahu mendekatkan dirinya dengan Allah. Jadi, apa dia buat? Dia mengambil keputusan meninggalkan kampungnya dengan tujuan mengelak hal-hal duniawi dan menambahkan kekhusyukan ibadat kepada Ilahi. Dia pergi ke satu kawasan yang tiada satu pun manusia tinggal di situ. Bermulalah harinya pada hari itu untuk menjadi seorang hamba yang taat beribadat."

"Melihatkan keadaannya itu, Allah Yang Maha Pemurah telah menghidupkan tempatnya dengan menumbuhkan pokok supaya lelaki itu dapat makan dari buahnya. Allah Yang Maha Pemurah telah meniupkan angin dari segenap sudut supaya lelaki itu berasa selesa dengan persekitarannya. Allah Yang Maha Pemurah telah memberikan segala rezeki dan keperluan yang cukup untuk hambaNya itu."

"70 tahun berlalu, lalu Allah memerintahkan malaikat Izrail untuk mencabut nyawa hamba itu. Allah memberikan khabar gembira, 'Masuklah kamu ke dalam syurgaKu dengan rahmatKu'. Akan tetapi lelaki itu berkata, 'Tidak! Aku tidak mahu masuk ke syurgaMu kerana rahmatMu. Aku mahu masuk syurga kerana amal ibadatku'. Seraya itu, Allah memerintahkan malaikat memasukkannya ke dalam neraka. Di pintu neraka, maka lelaki itu bertanya kehairanan 'Kenapa aku dimasukkan ke dalam neraka? Sedangkan seumur hidupku penuh dengan amal ibadat. Semua hal dunia aku tinggalkan semata-mata untuk mendekatiMu'."

"'Kerana engkau takbur! Kami telah kurniakan engkau syurga dengan rahmatKu, akan tetapi engkau meminta menghitungnya dengan amal ibadatmu'. Lalu, ditunjukkan kepada hamba itu timbangan amalannya selama 70 tahun di dunia. Amal ibadatnya tidak dapat menolongnya masuk ke syurga, malah tidak cukup dan terlalu sedikit."

"Bila Rasulullah s.a.w menceritakan akan hal ini kepada sahabat-sahabat baginda, bertanya seorang kepadanya, 'Jadi, ya Rasulullah, apakah kamu juga sama halnya (banyak beribadat tetapi amal ibadatnya masih terlalu sedikit jika ditimbang)?'. Jawab Rasulullah s.a.w, 'Ya'."

Imam mengakhiri tazkirah..

"Jadi jelas tak di situ? Kita sebenarnya memerlukan rahmat Allah. Kalau kita rasa ibadat kita banyak di dunia tapi bila ditimbang nanti, sangat sedikit dan tidak menjanjikan kita syurga. Oleh itu, rahmat Allah itu penting. Sebab itu golongan yang mendapat rahmat Allah itu adalah golongan yang sangat-sangat beruntung. Rahmat itulah yang memberatkan neraca kita nanti. Maka, kejarlah rahmat Allah itu."

When I was praying "...semoga rohnya dicucuri rahmat Allah...",
then I wonder why it doesn't sound something else..??
Why don't we say "..semoga rohnya dicucuri (something else) Allah..",
instead of 'rahmat'..
Now I understand...

~ if there's somebody out there really need to know this, please share ~

By the way,
if they don't know what 'rahmat' is..
Tell them that it is..
'limpahan kasih sayang Allah yang tak berbelah bagi kepada hamba-hambaNya yang soleh'..
So that they'll understand..
There is none other than His rahmat that can saves us in the Hereafter..

~ little effort for da'wah ~

Saturday, September 4, 2010

Fitrah..~

Indahnya cinta bila saling...


Tetapi, mungkin hakikatnya...


Mungkin aku ada kesilapan...


Mungkin juga aku perlu bersabar...


‎"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (bilah menikah) anak-anak yatim, maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka seorang sajalah, atau hamba sahaya yang kamu miliki. Yang demikian itulah yang lebih memungkinkan kamu terhindar dari berlaku sewenang-wenangnya." [Surah An-Nisaa’ ayat 3]

Dia kata..

Cinta itu suci..Ibarat kain putih yang menanti untuk dicorakkan..Hasilnya menawan hati disulami pelbagai warna dan menjadi kenangan terindah untuk dikongsi bersama..

Aku pilih dia kerana aku yakin dia yg terbaik...bkn terbaik dalam segala hal,tp paling terbaik pernah aku jumpa sepanjang perjalanan aku ni...semoga semuanya dapat disimpulkan menjadi satu ikatan yang sah...semoga diberkati oleh-Nya..AMEEN..

"Awk buat la pilihan awk, pilihan yg awk rs tepat..hadir sy di sisi awk hanya dgn niat utk memperisterikan awk..x ada niat yg lain.."
- .... (4 Sept 2010/ 17:09)

Bacaanku..

Ukuran bahagia ada kala tidak dapat diukur pada pandangan mata fizikal tetapi kepada hati yang merasainya.

Sumber: Habsah Dinin, Lengkapkan Diri Dengan Ilmu Sebelum Berkahwin (1klassified, Berita Harian/ 7 Aug 2010)

'Abdullah bin 'Abbas ra berkata, bahawa salah seorang berkata kepada Nabi saw, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai anak yatim telah dipinang oleh lelaki kaya dan lelaki miskin. Kami menginginkan yang kaya sedangkan ia menyukai yang miskin". Rasulullah saw bersabda:

لم نر للمتحابين مثل النكاح

"Kami tidak melihat dua orang yang saling mencintai kecuali dengan pernikahan" (Hadis Riwayat Ibnu Majah, disahihkan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani diSilsilah no 624)

- Sumber: Asyraf Dinie Bahari dari asyrafdinie.blogspot.com
Bercerita Tentang Cinta, Cinta Hakiki, Cinta Yang Diredhai, Cinta Di Bawah Naungan Ilahi


~ Andai itu yang tertulis, tiada sebab untuk berdalih..Maka, ya Allah, peliharalah.. ~

Pelajari ilmu kekeluargaan..~ (2)


Kisah anak yang mencoret kereta ayahnya

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, kanak-kanak perempuan comel berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.


Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada kereta baru ayahnya. Ya... karena kereta itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi si anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreatifnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari kesesakan lalu lintas. Setelah sebelah kanan kereta sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri kereta. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat kereta yang baru setahun dibeli dengan bayaran ansuran yang masih lama lunasnya. Si ayah yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerja siapa ini?!!!" . Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih lagi melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan "Saya tidak tahu, tuan". "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" herdik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya, bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali di telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menangis
kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah kebingungan, tak tahu harus berbuat apa. Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.
Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut mengendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Sapukan ubat saja!" jawab si ayah.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mahu memberi pengajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu", jawab pembantunya
ringkas. "Bagi minum panadol saja", jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahu tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Petang nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saat si anak yang sudah lemah barulah dibawanya ke klinik. Doktor mengarahkan agar Dita dibawa ke hospital karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari dirawat di hospital, doktor memanggil ayah dan ibu Dita. "Tidak ada pilihan.." kata doktor tersebut yang mencadangkankan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan terkena jangkitan kuman. "Ini sudah
bernanah, untuk menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata doktor itu. Si ayah dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga kehairanan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam seksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan
air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mahu lagi ayah pukul. Dita tak mahu jahat lagi...Dita sayang ayah..sayang ibu", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Bik Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu menangis.

"Ayah..kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil..Dita janji takkan mengulanginya lagi! Bagaimana Dita mahu makan nanti? Bagaimana Dita mahu bermain nanti? Dita janji takkan mencoret-coret kereta lagi" katanya berulang-ulang. Terasa luluh hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah
terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Akhirnya si anak cantik itu meneruskan kehidupannya tanpa kedua tangan dan dia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...

Tahun demi tahun kedua orang tua itu menahan kepedihan dan kehancuran batin sampai satu saat si ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan meninggal dunia diiringi tangis penyesalannya yang tak bertepi. Namun, si anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya itu tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya.


By: Abdul Aziz Ar-Ra'uuf (2 September 2010/ 6:40pm)
Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam


~ Didik sabar..Mampukah aku jadi seorang ibu yang baik nanti? ~

Jadikan aku seperti yang kau inginkan..~


Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, mahukah engkau ku pakai untuk menjadi paip saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?"

Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mahu bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi paip saluran air itu."

Sang petani menjawab, "Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi paip yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur."

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam..... , kemudian dia berkata kepada petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?"

Petani menjawab batang bambu itu, " Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justeru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah."

Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki."

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi paip saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berfikir bahawa dengan masalah yang datang silih berganti tak ada kesudahannya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-NYA? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, ALLAH sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. DIA sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-NYA. Tapi jangan khuatir, kita pasti kuat karena ALLAH tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi mahukah kita berserah pada kehendak ALLAH, membiarkan DIA bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-NYA?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, " Inilah aku, ya ALLAH, perbuatlah sesuai dengan yang KAU kehendaki."

"semoga Allah memberkati setiap langkah kita"


By: Abdul Aziz Ar-Ra'uuf (1 September 2010/ 11:52pm)
Forum Silaturahmi dan diskusi kehidupan dalam pandangan Islam

Wednesday, September 1, 2010

10 Petanda Dia Jodoh Kita..~


Firman Allah SWT, bermaksud "Jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (Surah Muhammad, ayat 7)

Gunakan seluruh pancaindera

Jodoh adalah perkara yang sudah ditetapkan oleh Allah yang maha Esa. Tetapi bagaimana kita mengetahui dia memang ditakdirkan untuk kita? Allah SWT mengurniakan manusia telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan aka untuk berfikir. Jadi gunakan sebaik-baiknya bagi mengungkapkan rahsia cinta yang ditakdirkan. Dua manusia yang rasa mereka dapat hidup bersama dan memang dijodohkan pasti memiliki ikatan emosi , spiritual dan fizikal antara keduanya. Apabila bersama, masing-masing dapat merasai kemanisan cinta dan saling memerlukan antara satu sama lain. Lalu gerak hati mengatakan, dialah insan yang ditakdirkan untuk bersama. Benarkah ia seperti yang diperkatakan?

Berikut adalah 10 petanda yang menunjukkan dia adalah jodoh kita.

1.Bersahaja

Kekasih kita itu bersikap bersahaja dan tidak berlakon. Cuba perhatikan cara dia berpakaian, cara percakapan, cara ketawa serta cara makan dan minum. Adakah ia spontan dan tidak dikawal ataupun kelihatan pelik. Kalau ia nampak kurang selesa dengan gayanya, sah dia sedang berlakon. Kadang-kadang, kita dapat mengesan yang dia sedang berlakon. Tetapi, apabila dia tampil bersahaja dan tidak dibuat-buat, maka dia adalah calon hidup kita yang sesuai. Jika tidak, dia mungkin bukan jodoh kita.

2.Senang bersama

Walaupun kita selalu bersamanya, tidak ada sedikit pun perasaan bosan, jemu ataupun tertekan pada diri kita. Semakin hari semakin sayang kepadanya. Kita sentiasa tenang, gembira dan dia menjadi pengubat kedukaan kita. Dia juga merasainya. Rasa senang sekali apabila bersama. Apabila berjauhan, terasa sedikit tekanan dan rasa ingin berjumpa dengannya. Tidak kira siang ataupun malam, ketiadaannya terasa sedikit kehilangan.

3.Terima kita seadanya

Apapun kisah silam yang pernah kita lakukan, dia tidak ambil peduli. Mungkin dia tahu perpisahan dengan bekas kekasihnya sebelum ini kita yang mulakan. Dia juga tidak mengambil kisah siapa kita sebelum ini. Yang penting, siapa kita sekarang. Biarpun dia tahu yang kita pernah mempunyai kekasih sebelumnya, dia tidak ambil hati langsung. Yang dia tahu, kita adalah miliknya kini. Dia juga sedia berkongsi kisah silamnya. Tidak perlu menyimpan rahsia apabila dia sudah bersedia menjadi pasangan hidup kita.

4.Sentiasa jujur

Dia tidak kisah apa yang kita lakukan asalkan tidak menyalahi hukum hakam agama. Sikap jujur yang dipamerkan menarik hati kita. Kejujuran bukan perkara yang boleh dilakonkan. Kita dapat mengesyaki sesuatu apabila dia menipu kita. Selagi kejujuran bertakhta di hatinya, kebahagiaan menjadi milik kita. Apabila berjauhan, kejujuran menjadi faktor paling penting bagi suatu hubungan. Apabila dia tidak jujur, sukar baginya mengelak daripada berlaku curang kepada kita. Apabila dia jujur, semakin hangat lagi hubungan cinta kita. Kejujuran yang disulami dengan kesetiaan membuahkan percintaan yang sejati. Jadi, dialah sebaik-baik pilihan.

5.Percaya Mempercayai

Setiap orang mempunyai rahsia tersendiri. Adakalanya rahsia ini perlu dikongsi supaya dapat mengurangkan beban yang ditanggung. Apabila kita mempunyai rahsia dan ingin memberitahu kekasih, adakah rahsia kita selamat di tangannya? Bagi mereka yang berjodoh, sifat saling percaya mempercayai antara satu sama lain timbul dari dalam hati nurani mereka. Mereka rasa selamat apabila memberitahu rahsia-rahsia kepada kekasihnya berbanding rakan-rakan yang lain. Satu lagi, kita tidak berahsia apa pun kepadanya dan kita pasti rahsia kita selamat. Bukti cinta sejati adalah melalui kepercayaan dan kejujuran. Bahagialah individu yang memperoleh kedua-duanya.

6.Senang Bekerjasama

Bagi kita yang inginkan hubungan cinta berjaya dan kekal dalam jangka masa yang panjang, kita dan dia perlu saling bekerjasama melalui hidup ini. Kita dan kekasih perlu memberi kerjasama melakukan suatu perkara sama ada perkara remeh ataupun sukar. Segala kerja yang dilakukan perlulah ikhlas bagi membantu pasangan dan meringankan tugas masing-masing. Perkara paling penting, kita dan dia dapat melalui semua ini dengan melakukannya bersama-sama. Kita dan dia juga dapat melakukan semuanya tanpa memerlukan orang lain dan kita senang melakukannya bersama. Ini penting kerana ia mempengaruhi kehidupan kita pada masa hadapan. Jika tiada kerjasama, sukar bagi kita hidup bersamanya. Ini kerana, kita yang memikul beban tanggungjawab seratus peratus. Bukankah ini menyusahkan?

7.Memahami diri kita

Bagi pasangan yang berjodoh, dia mestilah memahami diri pasangannya. Semasa kita sakit dia bawa ke klinik. Semasa kita berduka, dia menjadi penghibur. Apabila kita mengalami kesusahan, dia menjadi pembantu. Di kala kita sedang berleter, dia menjadi pendengar. Dia selalu bersama kita dalam sebarang situasi. Tidak kira kita sedang gembira ataupun berduka, dia sentiasa ada untuk kita. Dia juga bersedia mengalami pasang surut dalam percintaan. Kata orang, "lidah sendiri lagikan tergigit", inikan pula suami isteri'. Pepatah ini juga sesuai bagi pasangan kekasih. Apabila dia sentiasa bersama kita melalui hidup ini di kala suka dan duka, di saat senang dan susah, dialah calon yang sesuai menjadi pasangan hidup kita.

8.Tampilkan kelemahan

Tiada siapa yang sempurna di dunia ini. Tipulah jika ada orang yang mengaku dia insan yang sempurna daripada segala sudut. Pasti di kalangan kita memiliki kelemahan dan keburukan tertentu. Bagi dia yang bersedia menjadi teman hidup kita, dia tidak terlalu menyimpan rahsia kelemahannya dan bersedia memberitahu kita. Sudah tentu bukan senang untuk memberitahu dan mengakui kelemahan di hadapan kekasihnya. Malah, dia tidak segan mempamerkan keburukannya kepada kita. Misalnya, apabila dia bangun tidur ataupun sakit dan tidak mandi dua hari, dia tidak menghalang kita daripada melawatnya.Apabila kita dan dia saling menerima kelemahan dan sifat buruk masing-masing, memang ditakdirkan kita hidup bersamanya.

9.Kata hati

Dengarlah kata hati. Kadangkala, manusia dikurniakan Allah deria keenam yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya. Dengan deria batin ini juga kita dapat saling tahu perasaan masing-masing. Kita dan dia juga dapat membaca fikiran antara satu sama lain dan dapat menduga reaksi dan tindakbalas pada situasi tertentu. Apabila kita yakin dengan pilihan hidup kita, tanyalah sekali lagi. Adakah dia ditakdirkan untuk kita? Dengarlah kata hati dan buatlah pilihan. Serahlah segalanya pada ketentuan yang maha berkuasa.

10.Solat Istikharah dan Tawakkal

Jodoh dan pertemuan semuanya di tangan Allah SWT. Manusia hanya perancang di pentas dunia ini dan skripnya ditulis oleh yang maha esa. Adakalanya, dalam memainkan peranan sebagai pelakon, diberi petunjuk melalui mimpi atau gerak hati. Mimpi memang mainan tidur, tetapi apabila kita melakukan sembahyang Istikharah dan memohon supaya Allah memberikan petunjuk, insya-Allah dengan izinnya kita mendapat petunjukNya. Jika dia pilihan kita, buatlah keputusan sebaiknya. Jika tidak, tolaklah dia dengan baik. Semua yang kita lakukan ini adalah bagi mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Setelah semuanya diusahakan, berserahlah kepadaNya dan terus berdoa. Ingatlah, nikmat di dunia ini hanya sementara.Nikmat di akhirat adalah kekal selamanya.


Ditulis oleh Hj Abdul Samad Profile:

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000474159776
p/s: sebarkan ilmu walau dengan satu ayat..

~ Niat saya share, moga dapat membantu ~

Condong..~


Pagi tadi sempat tengok tafsir Al-Qur'an..hmm..Terasa macam susah nak interpret sebab ada satu analogi@metafora dan ada pulak penjelasan menyokong ayat-ayat dari surah lain..

Di muka "isi kandungan", tertulis Surah As-Shaff dan perkara-perkara yang disentuh dalam surah tersebut..Aku tertarik pada satu perkara berbunyi condongnya hati seseorang berdasarkan iman dan amalnya..

Cek As-Shaff: 5, bilamana Nabi Musa a.s bertanyakan kepada pengikut@umatnya "Kenapa kamu semua menyakitiku sedangkan kamu tahu aku juga adalah utusan dari Allah, salah seorang rasul untuk kamu"..Kemudian Allah menutupi ayat tersebut dengan berkata "...jika mereka condong, maka Allah condongkan lagi hati mereka...kerana sesungguhnya mereka itu golongan fasiq"..

Apa kaitannya dengan kisah Nabi Musa a.s dan apa pula yang dimaksudkan dengan "condong"?

Bila Nabi Musa a.s bertanya begitu , jelaslah menunjukkan yang pengikut@umatnya tidak percaya dengan wujudnya nabi Musa a.s sebagai utusan Allah. Dalam hati mereka penuh ragu-ragu. Sudahlah ragu-ragu, menolak kebenaran pula. Maka Allah tambahkanlah (condongkanlah) lagi keraguan dalam hati mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar hidup dalam keraguan dan tergolong dalam golongan orang-orang yang fasiq.

Bagaimana pula berkaitan dengan kenyataan condongnya hati seseorang berdasarkan iman dan amalnya tadi?

Baila hati penuh ragu-ragu, maka apa yang dikerjakan berada dalam keadaan syubhah. Kita gagal bezakan baik buruk, halal haram, dan dosa pahala. Kerana permulaannya ragu-ragu dan menolak kebenaran (takabbur), maka tiadalah petunjuk dariNya. Malangnya bila hal ini terjadi, kita menyalahkan Tuhan kerana menjadikan kita begini, membiarkan kita bergelumang dosa, melahirkan kita dalam keadaan bodoh, dan sebagainya.

"Condong" itu permulaannya datang dari hati sendiri. Sebagai Muslim, kita percaya hati adalah mata utama, akal adalah yang kedua. Bila keputusan kita "tak nak" dan kita mengabaikan semua suruhanNya, hati kita sikit-sikit jadi gelap. Itulah keputusan kita. Sedangkan Allah sudah terang-terangan berikan kita pilihan; baik atau buruk, kaya atau miskin, berilmu atau jahil, senang atau susah, sakit atau sihat, gembira atau sedih, tidur atau bangun, gelap atau terang, kecil atau besar, putih atau hitam, etc. Malahan kita boleh pilih kedua-duanya mengikut kesesuaian keadaan. "Condong" itu datang dari kita, bukan Dia.

Tipis iman seseorang, semakin tak tentu arah amalannya. Semuanya samar-samar. Ibarat tiada manual untuk dirujuk. Boleh jadi ibarat anak hilang ibu, merata-rata rayaunya, menangis tak keruan.

Sebagai kesimpulannya, penulis tafsir membuat analogi begini. Lihat saja orang yang malas berusaha. Apa yang mereka dapat? Adakah mereka berjaya? Tidak. Tunjukkan bukti jika ada manusia yang berjaya di dunia ini tanpa usaha sedikit pun. Pendek kata kita dapat hasil atas apa yang kita usahakan. Jika kecil usahanya, kecillah hasilnya dan begitulah sebaliknya. Surah Al-Fathir menjelaskan Allah berhak menunjuki sesiapa yang mencari kebenaran dengan penyelidikan (sesiapa yang dikehendakiNya) dan menyesatkan mereka yang mengabaikan@menolak kebenaran (sesiapa yang dikehendakiNya).

Hmm..Jauhilah rasa sangsi, ragu-ragu, dan jahil. Kalau itulah kesannya pada kita, mohonlah dijauhkan. Semua tak terkecuali dari diuji dengan rasa ragu-ragu begini. Termasuk aku.

Tapi sekiranya kita yakin dengan Dia, insyaAllah ragu-ragu itu akan hilang dan Allah permudahkan semuanya. Biarlah kita ragu-ragu sama ada amalan kita diterima atau tidak, ibadat kita cukup atau tidak, ke syurga kah atau ke neraka kah kita, dah cukup mantap kah iman ni, kerana benda-benda ni boleh membawa kita dekat kepadaNya. Bukannya betulkah si polan akan berkahwin dengan janda/duda, betulkah mereka berpisah, betulkah si polan mampu keluarkan permata dari tangan, betulkah ajaran ustaz ni, betulkah.....macam-macam a.k.a 'gosip'..

- Hanya setelah berusaha sehingga berkali-kali kegagalan betul-betul membuntukan kita, maka barulah disebut takdir -

~ Be a man, don't be a ghost ~